Pakar kewirausahawan Amerika, David McClelland menyatakan
bahwa suatu bangsa bisa disebut makmur bila jumlah entreprenuer atau pengusaha
paling sedikit 2% dari total jumlah
penduduknya. Jika Jumlah penduduk Indonesia menurut BPS
th 2010 sebesar 237,641,326
jiwa, maka 2% dari jumlah tersebut adalah 4,752,826
jiwa. Sementara jumlah pengusaha di Indonesia menurut Menteri Riset dan
Teknologi Gusti Muhammad Hatta kepada tempo.co
baru sekitar 400,000 jiwa yaitu sebesar 0,17% dari total penduduk Indonesia, bandingkan dengan negara
tetangga kita Singapura, 7% dari
total penduduknya adalah pengusaha atau entrepreneur, dan lihat negaranya.
Belum lagi Jepang 10% atau Amerika yang
11,5% dan sekali lagi, lihat
negaranya.
Coba bayangkan, negara ini mempunyai 17.508 pulau dengan luas 1.9 juta mil persegi baru mempunyai 400,000 entrepreneur. Artinya masih banyak tempat tersedia, masih ada
4,352,826 tempat pertama yang dapat diisi
menjadi 2% syarat bangsa yang makmur.
Tempat yang bergengsi, karena menjadi bagian dari perputaran ekonomi bangsa
yang makmur.
Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Raja Sapta
Oktohari pernah mengungkapkan di media,
masih banyak permasalahan klasik yang menjadi penghambat perkembangan dunia
kewirausahaan. Salah satunya adalah akses permodalan yang sulit.
Dan salah satu akses permodalan adalah BANK, tapi dengan sistem kapitalisnya
yang sudah lama berakar mungkin akan susah merubah sistem tersebut.
Selain itu, saya setuju dengan salah satu pembicara masalah
otak kanan bahwa masalah utamanya pada pola pikir sebagian besar masyarakat
Indonesia dan kurikulum pendidikan yang sangat tidak support dengan jiwa entreprenuer
atau pengusaha.
Jadi rubahlah pola pikir diri sendiri jika ingin ikut serta
memakmurkan bangsa ini, persiapkan pendidikan dalam keluarga untuk anak agar
kelak bisa langsung terjun di dunia entrepreneur.
Yang terbaik itu masih menjadi bagian yang kecil, jadilah
bagian kecil tersebut, sehingga walau sedikit tapi semakin banyak jumlahnya.
Gambar dan data: berbagai sumber



No comments:
Post a Comment